rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Minggu, 01 Desember 2013

Daftar Ka Kwarnas Pramuka Indonesia

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kwartir_Nasional


Kwartir Nasional (Kwarnas) adalah satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka Nasional. Berdasarkan tingkatan/wilayahnya, Kwarnas berkedudukan di ibukota Negara, Jakarta. Pengurus Kwarnas diketuai oleh Ketua Kwarnas (disingkat Ka Kwarnas). Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia berlokasi di Gedung Kwarnas Pramuka; Jalan Medan Merdeka Timur no.6; Jakarta 10110, Indonesia; Telp. +62 – 21 – 3507645; Fax. +62-21-3507647.

No Tahun Nama Foto
1 1961-1974 Sri Sultan Hamengkubuwono IX Kwarnas I.jpg
2 1974-1978 Letjen. Sarbini Sarbini.jpg
3 1978-1993 Letjen. Mashudi Mashudi.jpg
4 1993- 1998 Letjen. Himawan Soetanto Himawan Soetanto.jpg
5 1998 - 2003 Letjen. Rivai Harahap Rivai Harahap.jpg
6 2003 - 2013 Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH Azrul Azwar.jpg
7 2013-2018 Adhyaksa Dault Adhyaksa Dault.jpg




























Rabu, 12 Juni 2013

AUTO BIOGRAFIKU





Nama Lengkap        : Novian Banu Saputra
Nama Panggilan       : Putra, Vian, NB
TTL                         : Yogyakarta, 9 November 1997
Nama Orang Tua     : Aiptu Bambang Eko Priyanto
                                  Nur Handayani
Pendidikan               : TK Aba Kauman di Yogyakarta
                                  SD Muhammadiyah Suronatan di Yogyakarta
                                  SMP Negeri 8 di Yogyakarta

                                  SMA Negeri 9 di Yogyakarta
Karier                      :
Kelas 2 :
-Ketua Kelas (2005-2006)
Kelas 3 :
-Ketua Kelas (2006-2007)
Kelas 4 :
-Ketua Kelas (2007-2008)
-Ketua Regu di HW (2007-2008)
-Wakil Ketua Regu di Tapak Suci (2007-2008)
Kelas 5 :
-Ketua Kelas (2008-2009)
-Ketua Regu di HW (2008-2009)
Kelas 6 :
-Wakil Ketua Kelas (2009-20010)
-Penasihat Regu di HW (2009-2010)
Kelas 7 :
-Ketua Kelas (2010-2011)
-Pinru di Pramuka (2010-2011)
-Pratama Pasukan di Pramuka (2010-2011)
-WaPrat(sem) di Pramuka Gugus Depan 03065 (2011-2012)
-SekBid Keamanan di 8 JHS Trip to Bali (2011)
Kelas 8 :
-Panitia Pembinaan MOPDB di Sekolah (2011)
-7K SekBid Keindahan di Kelas (2011-2012)
-MPK Koor. SekBid Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi di Sekolah (2011-2012)
-WaPrat(sem) di Pramuka Gudep 03065 (2011-2012)
-Ketua Panitia Dianpinru di Pangkalan (2011)
-CaPrat di Pramuka Gudep 03065 (2011)
-Pratama di Pramuka Gudep 03065 (2011-2012)
-Pj Pelaksanaan KG 2012 di Pangkalan (2012)
-Panitia Kegiatan Keagamaan di Sekolah (2012)
-Panitia Classmeeting di Sekolah (2012)
Kelas 9 :
-Pratama di Pramuka Gudep 03065 (2011-2012)
-MPK Koor. SekBid Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi di Sekolah (2011-2012)
-7K SekBid Ketertiban di Kelas (2012-2013)
-Ketua Panitia Haflah Khatmil Qur’an di Sekolah (2012)
Kelas 10:
-Bendahara 2 Kelas (2013)
-Pj kegiatan angkatan (2013)
-Ketua Pelaksana MPK (2013-2014)
-Anggota Rohis bagian Syi'ar (2013-2014)
-Ketua KIR di Sekolah (2013-2014)
-Ketua Tabligh Akbar di Seolah (2013-2014)
-Anggota Pramuka Peduli Kwarcab 1205 Yogyakarta (2014-...)
-Ketua Kelompok Jelajah Budaya ke-6 Kwarda IX DIY(2014)
Penghargaan                   :
Kelas 7 :
-Pratama Pasukan Terbaik di Pramuka Gudep 03065 (2011)
-Lencana Bintang Tahunan tingkat 1 (2011)
Kelas 8 :
-Tiska PDT XL rute Pangsar Jend. Sudirman (2011)
-Lencana Bintang Tahunan tingkat 2 (2012)
Kelas 9 :
-Pramuka Garuda tingkat Penggalang (2012)
Kelas 10 :
-Finalis Duta PIK-R di Kota (2013)
-Anggota MPK berdedikasi (2013)

               

Jumat, 08 Maret 2013

Kode Kehormatan Pramuka Penggalang


K
ode kehormatan atau kode moral atau janji seorang penggalang adalah Trisatya dan Dasa Dharma. Kedua kode kehormatan seorang pramuka penggalang ini untuk membentuk pribadi yang lebih baik untuk mempersiapkan diri sebagai penerus cita-cita bangsa. Apa isi dari kedua kode kehormatan dan maksud yang tercantum di dalamnya? Berikut pembahasan lebih lanjut:
           Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh
v Menjalankan kewjibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
Jadi, seorang pramuka penggalang pada khususnya harus menjalankan kewajibanya sebagai hamba Allah yang beriman dan menjalankan kewajibanya sebagai seorang pelajar dan mengamalkan makna yang terkandung dari Pancasila.
v  Menolong sesame hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
Jadi, seorang pramuka harus saling menolong kepada semua makhluk hidup bilamana sedang kesusahan dan mempersiapkan diri dengan kegiatan pramuka yang ada untuk membangun masyarakat mendatang.
v  Menepati Dasa Dharma.
Akan kita bahas selengkapnya di kode kehormatan seorang pramuka penggalang berikut ini.
            Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu:
1.      Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi, selain kita dituntut untuk keparamukaan kita juga harus selalu ingat kepada Sang Pencipta agar dimudahkan dalam memahami ilmu yang kita pelajari.
2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Jadi, kita harus menjaga lingkungan agar tetap terjaga bersih dan asri serta kita harus menyanyangi manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
3.      Patriot yang sopan dan kesatria.
Jadi, walaupun jiwa kita seorang patriot tetapi kita tetap harus sopan dan santun dan seorang kesatria itu tidak hanya menang di medan perang tetapi orang yang dapat mengalahkan hawa napsu dan sudah mengakui kekurangannya juga dapat disebut seorang kesatria hebat.
4.      Patuh dan suka bermusyawarah.
Jadi, kita sebagai seorang pramuka diwajibkan untuk patuh dalam semua peraturan hidup seorang hamba Allah maupun seorang WNI serta hormati juga hasil musyawarah  yang mufakat sebelum mengambil keputusan kecuali dengan keadaan yang mendesak.
5.      Rela menolong dan tabah.
Jadi, bilamana ada orang yang kesusahan hendaklah kita tolong akan tetapi dalam konteks kebajikan dan selalu tabah akan segala cobaan yang diberikan Allah kepada kita.
6.      Rajin, Trampil, dan gembira.
Jadi, “rajin pangkal pandai” adalah kata pepatah yang harus kita ikuti agar mendapatkan kesuksesan kedepannya dan kita dituntut untuk trampin mengatasi segala masalah dengan cepat dan tepat dan bergembira dalam setiap usaha yang dirinya sendiri lakukan maupun orang lain lakukan.
7.      Hemat, cermat, dan bersahaja.
Jadi, hemat dapat menyangkup banyak hal dari hemat uang, hemat waktu, hemat barang, dan lain sebagainy sedangkan cermat, kita dituntut untuk tidak ceroboh dalam melakukan pekerjaan yang akhirnya merugikan bagi banyak orang dan bersahaja berarti seorang pramuka tidak membutuhkan kemewahan akan tetapi kesederhanaan yang bermakna.
8.      Disiplin, berani, dan setia.
Jadi, orang sukses juga berawak dari kedisiplinan dalam segala hal termasuk belajar, berani di sini adalah berani seperti saat kita ditunjuk sebagai pemimpin upacara dan berani mengambil resiko kecil untuk kebaikan ke depan  serta setia dengan instansinya yaitu Pramuka dan SMP N 8 Yogyakarta.
9.      Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
Jadi, bila kita diberikan kepercayaan mengemban jabatan brarti kita siap untuk dimintai pertanggungjawabannya selama kita memimpin, tidak hanya memimpin saja tetapi bila kita diberi kepercayaan oleh orang tua sebagai pelajar brarti kita akan dimintai pertanggungjawabannya selama kita belajar di SMP N 8 Yogyakarta ini.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Jadi, sebagai seorang pramuka dan pelajar yang bermoral sudah sepantanya kita menjaga pikiran, perkataan serta perbuatan kita.

            Kedua kode kehormatan pramuka penggalang tersebut apabila kita pelajari dan kita amalkan saya yakin kita akan menjadi manusia yang diharapkan oleh visi misi daripada sekolah tercinta ini bahkan kita akan dinantikan kepemimpinanya di negara ini.

Gerakan Pramuka



G
erakan Praja Muda Karana adalah kepanjangan dari Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kaum muda guna menumbuh kembangkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik yang sanggup bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan dengan hal positif. Salah satu wadah pembinaan dalam Gerakan Pramuka adalah Satuan Karya Pramuka yang sering disingkat SAKA, dimana dalam kegiatan-kegiatan SAKA dilaksanakan untuk menyalurkan minat, menyembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan pengalaman pramuka serta upaya meningkatkan motivasi untuk melaksanakan kegiatan nyata dimasyarakat sesuai dengan aspirasi dan tuntutan perkembangan jaman.
“Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda" adalah visi dari Gerakan Pramuka sedangkan untuk misinya adalah:

1. Mempramukakan kaum muda. Maksudnya dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan prilaku kaum muda yang sesuai dengan jiwa dan prilaku Pramuka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa (IMTAQ) serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya.
3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela negara. Gerakan pramuka memiliki salah satu tugas yakni menyiapkan kader bangsa sehingga diperlukan adanya pendidikan yang khusus. Untuk itu, karena disadari bahwa perlunya pendidikan bela negara sebagai bagian dari kebutuhan bangsa dan negara.
4. Menggerakkan anggota dan organisasi Gerakan Pramuka agar peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan. Hal ini dilakukan untuk memantapkan jati diri Gerakan Pramuka melalui kode kehormatannya dan sekaligus sebagai pencerminan anggota Pramuka yang tanggap terhadap permasalahan yang ada pada lingkungan sekitarnya.
Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota  Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Gerakan Pramuka memiliki motto yaitu  “SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “.

Sabtu, 26 Januari 2013

Inspiratorku 3

Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sri Sultan Hamengkubuwono IX Lahir di Yogyakarta 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem, Ia adalah salah seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta (1940-1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Hamengkubuwana IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwana IX tinggal pisah dari keluarganya.

Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda ("Sultan Henkie"). Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga". Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia.

 Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa". Sebelum dinobatkan, Sultan yang berusia 28 tahun bernegosiasi secara alot selama 4 bulan dengan diplomat senior Belanda Dr. Lucien Adam mengenai otonomi Yogyakarta. Di masa Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan bersama Paku Alam IX adalah penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Sultan pulalah yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I.

Peranan Sultan Hamengkubuwana IX dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh TNI masih tidak singkron dengan versi Soeharto. Menurut Sultan, beliaulah yang melihat semangat juang rakyat melemah dan menganjurkan serangan umum. Sedangkan menurut Pak Harto, beliau baru bertemu Sultan malah setelah penyerahan kedaulatan. Sultan menggunakan dana pribadinya (dari istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak mendapat gaji semenjak Agresi Militer ke-2.

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.

2 Oktober 1988, ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Indonesia. Sultan Hamengku Buwana IX tercatat sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.

Itu adalah secuit dari sekian banyak kisah kebajikan dari seorang Ngarso Dalem IX

Brigadir Tilang Ngarsa Dalem IX

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis, pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya.
Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.



Becak dan delman amat dominan masa itu, persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir.

Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam berplat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman. Brigadir Royadin memandang dari kejauhan, sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya.

Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.
Saat mobil menepi, brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.

“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes
Perlahan, pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.

“Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu. “Ya Allah … sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik, naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

“Bapak melangar verbodden, tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Dirinya tak habis pikir, orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan, entah tujuannya kemana.

Setelah melihat rebuwes, Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan, namun sultan menolak.
“ Ya .. saya salah, kamu benar, saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

“ Jadi …?” Sinuwun bertanya, pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

“Em .. emm .. bapak saya tilang, mohon maaf!” Brigadir Royadin heran, sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu, mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

“Baik .. brigadir, kamu buatkan surat itu, nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang.

Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya.
Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan, rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.

Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk.

Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut, Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.



Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan, nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.



“Royadin, apa yang kamu lakukan .. sa’enake dewe .. ora mikir .. iki sing mbok tangkep sopo heh .. ngawur .. ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa, ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.



“Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun .. biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia, ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.



“Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa, beliau ngaku salah .. dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.



“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia .. ojo kaku kaku, kok malah mbok tilang .. ngawur .. jangan ngawur …. Ini bisa panjang, bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah, apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi, yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja .. memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya.



Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun, masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu, mengembalikan rebuwes.



Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar, keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.



Usai mendapat marah, Brigadir Royadin bertugas seperti biasa, satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.



Suatu sore, saat belum habis jam dinas, seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.



“Royadin …. minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari, karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .



“ Siap pak !” Royadin menjawab datar.

“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan, untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan, ini hanya merepotkan diri saja.



“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.



“Ngawur … Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana, pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris, disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.



Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja, sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani Sri Sultan Hamengku Buwono IX.



Tangan brigadir Royadin bergetar, namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan. Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .



“Mohon bapak sampaikan ke sinuwun, saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan, ini tanah kelahiran saya, rumah saya. Sampaikan hormat saya pada beliau, dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !” 



Brigadir Royadin bergetar, ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX, Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.



July 2010 kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik. Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul.



Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya, pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran.



Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati. Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.
Andai sekarang masih ada sosok Pak Royadin yang begitu tegas dan disiplinnya, pasti akan membawa Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lebih baik lagi.