Sri Sultan Hamengkubuwono IX Lahir di Yogyakarta 12
April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem, Ia adalah
salah seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta
(1940-1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah
kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden
Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Ia juga dikenal sebagai
Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka. Hamengkubuwana IX adalah putra dari Sri Sultan
Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun
Hamengkubuwana IX tinggal pisah dari keluarganya.
Dia
memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS
di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit
(sekarang Universiteit Leiden), Belanda ("Sultan Henkie").
Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18
Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan
Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama
Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga". Ia merupakan sultan yang
menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus
bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa". Sebelum dinobatkan, Sultan
yang berusia 28 tahun bernegosiasi secara alot selama 4 bulan dengan
diplomat senior Belanda Dr. Lucien Adam mengenai otonomi Yogyakarta. Di
masa Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal
saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan bersama Paku Alam IX adalah
penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia.
Sultan pulalah yang mengundang Presiden untuk memimpin dari Yogyakarta
setelah Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I.
Peranan
Sultan Hamengkubuwana IX dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh TNI
masih tidak singkron dengan versi Soeharto. Menurut Sultan, beliaulah
yang melihat semangat juang rakyat melemah dan menganjurkan serangan
umum. Sedangkan menurut Pak Harto, beliau baru bertemu Sultan malah
setelah penyerahan kedaulatan. Sultan menggunakan dana pribadinya (dari
istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak
mendapat gaji semenjak Agresi Militer ke-2.
Sejak 1946 beliau
pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin
Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri
Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil
presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak
untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan.
Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur
adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada
Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
2 Oktober 1988, ia wafat
di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan
dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten
Bantul, DI Yogyakarta, Indonesia. Sultan Hamengku Buwana IX tercatat
sebagai Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia antara 1945-1988 dan
Raja Kesultanan Yogyakarta terlama antara 1940-1988.
Itu adalah secuit dari sekian banyak kisah kebajikan dari seorang Ngarso Dalem IX
Sabtu, 26 Januari 2013
Brigadir Tilang Ngarsa Dalem IX
Kota batik Pekalongan
di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis, pukul
setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu
mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir
polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya.
Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.
Becak dan delman amat dominan masa itu,
persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk
angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir.
Dari arah selatan dan membelok ke barat
sebuah sedan hitam berplat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan
arus becak dan delman. Brigadir Royadin memandang dari kejauhan,
sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya.
Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi
posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan
puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima
puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti
dihadapannya.
Saat mobil menepi, brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.
“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!”
Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki
di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes
Perlahan, pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.
“Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu. “Ya Allah … sinuwun!”
kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung
sedetik, naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap
sempurna.
“Bapak melangar verbodden, tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Dirinya tak habis pikir, orang sebesar
sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang
jauhnya cukup lumayan, entah tujuannya kemana.
Setelah melihat rebuwes, Brigadir Royadin
mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di
ujung jalan, namun sultan menolak.
“ Ya .. saya salah, kamu benar, saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.
“ Jadi …?” Sinuwun bertanya, pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .
“Em .. emm .. bapak saya tilang, mohon maaf!”
Brigadir Royadin heran, sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya
untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu, mengenalkan
dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.
“Baik .. brigadir, kamu buatkan surat itu, nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang.
Dengan tangan bergetar ia membuatkan
surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu
kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan
yang terjadi di depan hidungnya.
Yang paling membuatnya sedikit tenang
adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan
bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.
Surat tilang berpindah tangan, rebuwes
saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum
sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.
Beberapa menit sinuwun melintas di depan
stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya
dan segala macam pikiran berkecamuk.
Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar
Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan
ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun
berhasil menghibur dirinya.
Saat aplusan di sore hari dan kembali ke
markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum
lebih lanjut, Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.
Saat apel pagi esok harinya , suara
amarah meledak di markas polisi pekalongan, nama Royadin diteriakkan
berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh
menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala
kantor.
“Royadin, apa yang kamu lakukan .. sa’enake dewe .. ora mikir .. iki sing mbok tangkep sopo heh .. ngawur .. ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa, ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.
“Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu
tidak lepas saja sinuwun .. biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia,
ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.
“Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa, beliau ngaku salah .. dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.
“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti
siapa dia .. ojo kaku kaku, kok malah mbok tilang .. ngawur .. jangan
ngawur …. Ini bisa panjang, bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.
Brigadir Royadin pasrah, apapun yang dia
lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi, yang disumpah untuk
menegakkan peraturan pada siapa saja .. memang Koppeg(keras kepala)
kedengarannya.
Kepala polisi pekalongan berusaha mencari
tahu dimana gerangan sinuwun, masih di Tegalkah atau tempat lain?
Tujuannya cuma satu, mengembalikan rebuwes.
Namun tidak seperti saat ini yang
demikian mudahnya bertukar kabar, keberadaa sinuwun tak kunjung
diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan
mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa
mengikut sertakan Brigadir Royadin.
Usai mendapat marah, Brigadir Royadin
bertugas seperti biasa, satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak
teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya
akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.
Suatu sore, saat belum habis jam dinas,
seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya
untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi
menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar
surat.
“Royadin …. minggu depan kamu diminta pindah !”
lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak
dipinggir kota pekalongan setiap hari, karena mutasi ini, karena
ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .
“ Siap pak !” Royadin menjawab datar.
“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan, untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan, ini hanya merepotkan diri saja.
“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.
“Ngawur … Kamu sanggup bersepeda
pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang
minta kamu pindah tugas kesana, pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris, disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.
Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja, sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta
akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan
meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Tangan brigadir Royadin bergetar, namun
ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang
besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh
hidupnya di kota pekalongan. Ia cinta pekalongan dan tak ingin
meninggalkan kota ini .
“Mohon bapak sampaikan ke sinuwun,
saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan, ini tanah
kelahiran saya, rumah saya. Sampaikan hormat saya pada beliau, dan
sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !”
Brigadir Royadin bergetar, ia tak
memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX, Amarah hanya
diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang
dari orang yang menjadi korban ketegasannya.
July 2010 kepergian purnawirawan polisi
Royadin kepada sang khalik. Suaranya yang lirih saat mendekati akhir
hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak
family yang berkumpul.
Idealismenya di kepolisian Pekalongan
tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya, pangkatnya tak banyak bergeser
terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan
dan kejujuran.
Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin,
Sang Polisi sejati. Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan
Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari
sabang sampai merauke.
Andai sekarang masih ada sosok Pak Royadin yang begitu tegas dan disiplinnya, pasti akan membawa Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lebih baik lagi.
Inspiratorku 2
Ali Sadikin (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927 – meninggal di
Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 82 tahun) adalah seorang letnan
jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh
Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966. Sebelumnya,
ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri
Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen
Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora
yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno. Ali Sadikin
menjadi gubernur yang sangat merakyat dan dicintai rakyatnya. Karena itu
ia disapa akrab oleh penduduk kota Jakarta dengan panggilan Bang Ali
sementara istrinya, Ny. Nani Sadikin, seorang dokter gigi, disapa Mpok
Nani.
Hari pertama memimpin Jakarta, bang Ali dapat masukan budget anggaran belanja 66 juta rupiah setahun. 1/3 hasil pungutan daerah dan 2/3nya subsidi.Masya Allah ‘ pikir Bang Ali. Bagaimana mungkin saya melakukan pelayanan dan pembangunan. Ketika melihat kecil anggaran.Jakarta saat itu adalah. Ada 3,6 juta warga, yg jumlahnya naik terus krn urbanisasi. Kebutuhan mereka sejak bayi lahir sampai kuburan.60 % warga Jakarta saat itu tinggal di kampung yg becek dan menyedihkan. Sanitasi buruk, tidak ada fasilitas umum untuk kehidupan baik, bang Ali sangat keras. Hal pertama yang dilakukan membentuk pola budaya kerja di antara pegawai Pemda sendiri.
Sudah bukan rahasia umum, sebagai Gubernur bang Ali memaki, berteriak bahkan ada yang ditempeleng karena disiplin kerja yang buruk. sudah terbiasa dengar suara menggelegar “ Sontoloyo ““ Goblog “. Kadang dia tulis di disposisi ‘ memang ini warisan nenek moyangnya !.Tahun segitu ia sudah menyuruh dinas perpajakan kota belajar computer ke Belanda untuk agar bisa menaikan pendapatan pajak.Motonya’ Service is money, money is tax ‘ sehingga no tax no service. Jangan rakyat mengharapkan dari saya jika tidak mau membayar pajak. Bang Ali saat itu yg menggenjot pajak. Walau bukan pajak pribadi, lewat pajak kepemilikan kendaraan bermotor, sampai pajak berniaga.Ia berani melegalkan judi. dengan payung hukum, UU no 11 /1957 yang memungkinkan Pemerintah daerah memungut pajak atas izin perjudian. Ini terobosan untuk membangun Jakarta . Terlebih dengan anggaran tahunan yang hanya 66 juta rupiah., dan selalu defisit setiap tahunnya . Kelak ketika ia meninggalkan kursi Gubernur, bang Ali mewariskan surplus kas sebesar 115 milyar rupiah.
Saat itu ada beberapa tempat judi illegal & dibeking oleh ABRI. daripada gelap, lebih baik dilegalkan dan uang pajak masuk ke kas pemda, bang Ali juga menegaskan judi hanya untuk masyarakat Cina, karena sudah dianggap budaya, juga untuk mereka yang bukan Islam dan orang asing. Hanya saja ekses sampingan banyak warga pribumi yg beragama Islam yang ikut main judi. Bang Ali kesal sekali. Kata Bang Ali. “ kalau umat Islam ikut judi, artinya keIslaman orang itu yang bobrok, bukan Gubernurnya “ .Bang Ali berkata : ini tanggung jawab saya di akhirat. Saya bilang ke Tuhan, ada 300 ribu anak yg tidak sekolah, dan 3 juta warga yg miskin. Kondisi sekolah di Jakarta saat itu, sekolah -sekolah hanya dengan lantai tanah dan dinding bamboo, dengan meja dijejali sampai 5 orang .Bang Ali : Banyak ditemukan penyakit kusta di kota ini, bahkan anak - anak dengan perut buncit, gusi merah dan mata melotot.
Dengan uang judi Bang Ali membangun Jakarta, untuk sekolah dihabiskan 20 milyar, sampai tahun 1974. Sudah 700 gedung sekolah dibangun. Itu belum termasuk fasilitas sosial, puskesmas, perbaikan kampung MHT, membeli bus-bus, memperbaiki shelter. Untuk pembangunan jalan - jalan, menghabiskan biaya 17 milyar, hampir seperempat dari total pengeluaran pembangunan DKI .Belum lama bang Ali jadi Gubernur , selama 2 hari keliling Jakarta naik bus. Hujan dan ikut berdesak desakan dengan penumpang lain. Saat itu ia tahu runyamnya transportasi Jakarta, orang naik bus dimana saja, turun kapan saja, tidak ada terminal. Ia datang ke Bapenas minta Bus, dapat pinjaman dari Amerika untuk beli bus sebanyak 500. Lalu dengan uang ( judi ) ia membeli tambahan 2500 bus. Lalu Bang Ali dirikan terminal Lapangan Banteng, Grogol, Cililitan, Blok M , Pulo Gadung dan banyak lagi. Juga shelter bus. Problem lainnya, harga tarif angkutan bus tidak sesuai dan harus dinaikan. Tapi pasti akan diprotes DPRD dan rakyat.Bang Ali tidak perduli, kalau ingin fasilitas bagus, mesti bayar, enak aja mau murah , Supir-supir bus pernah mengadu ke Bang Ali, karena banyak oknum ABRI tidak mau membayar bus, mereka para supir kerap dipukuli ketika ditagih . Bang Ali menyanggupi dengan persyaratan. Para supir bus tidak boleh memuat penumpang lebih dari 50 orang setiap busnya. Bang Ali lalu membuat surat kepada garnisun dan komandan POM ABRI, bahwa semua ABRI yang naik bus harus bayar.
Bang Ali Gubernur yg kejam pada tukang becak. Perlahan becak dihilangkan. “ Saya tidak mau Jakarta kelak jadi seperti Calcuta, India.Dia juga pernah bersama Komandan Polisi Jakarta, tiba tiba melakukan razia bus - bus, dan menggiring puluhan bus - bus nakal masuk ke polda . Demikian oplet diatur menjalani rute ke arah luar kota saja. Jakarta tidak boleh ada oplet. Mungkin oplet sejenis angkot jaman sekarang.
Bagi Bang Ali, Sudah biasa dia mengatur lalu lintas disekitar Sarinah. Terutama ketika banjir plus bajunya kotor terciprat air genangan . Tahun 1974 ia dan team Jerman sdh buat studi jaringan kereta api Jakarta yg berhubungan, dg arus keluar masuk dari dan ke daerah lain, salah satu peninggalan Bang Ali yang terkenal adalah proyek perbaikan kampung MHT – Mohamad Husni Thamrin . Kampung di Jakarta saat itu tidak ada air bersih, tak ada jalan, MCK diempang-empang, pintu rumah berhadapan dg kakus. Ia datang ke Bapenas, tapi gagasannya ditolak karena menurut Pemerintah Pusat, perbaikan kampung bukan prioritas. Dengan uang judi Bang Ali mulai menggarap lima daerah. Kampung Bali, Jawa, Pademangan, Keagungan dan Kartini. Lalu menyusul kampung lain. Perbaikan meliputi jalan - jalan untuk kendaraan, pembuatan jembatan, got got, bak - bak sampah, fasilitas puskesmas, membangun sekolah, MCK.
Bang Ali Gubernur yg pertama kali buat peraturan bahwa setiap orang yg menebang pohon besar wajib berkonsutasi dg Dinas Pertamanan, suatu hari ia kedatangan Buyung Nasution, ia mendirikan LBH & minta dukungan. Oleh Pemda DKI diberikan bantuan keuangan tanpa ikatan. Alasan Bang Ali, Saya suka dikontrol, banyak masyarakat bawah yang buta hukum tapi butuh bantuan hokum, kadang Bang Ali jengkel dengan Adnan Buyung, sudah dibantu kok malah sering menggugat. Tapi Bang Ali berpikir, toh itu memang tugas LBH . Selain judi, Bang Ali yg melokalisasi WTS , yakni di kawasan Kramat Tunggak. Waktu itu daerah Kramat Tunggak masih jauh dan terpencil, banyak WTS yang berkeliaran di jalan jalan. Saat itu mereka berkeliling dengan becak , sambil menjajakan dirinya. Disebut becak komplit. Ia diprotes ulama, dianggap legalkan prostitusi. Kata Bang Ali, harus diaturr, dengan dilokalisasi, bisa dikontrol dg suntikan berkala.
Bang Ali meminta Ciputra melalui Yayasan Jaya Raya untuk membantu pendirian majalah Tempo, karena kelompok jurnalis ini memiliki potensi. Lucunya di nomor pertamamya sudah menyentil Gubernur. Kritik diperlukan. Tapi kritik yg mengada ada saya lawan. Kata bang Ali. Ini konsekuensi jadi Gubernur, kalau tidak mau dikritik, hangan jadi pejabat publik. Bang Ali selalu menganggap kritik punya maksud baik. Ada yang mengkritik soal judi. Dia anggap baik, maksudnya baik, jangan sampai Jakarta jadi kota maksiat. Kata Bang Ali, Saya dikritik jadi Gubernur judi,gubernur maksiat. Biar saja. Mereka tidak paham apa maksud saya.
Bang Ali dikritik tentang night club, Dia bilang. “ Sebagai warga kota industry, dagang, jasa. Orang ada capeknya. Biar mereka menghibur diri. Bang Ali menambahkan, tidak mungkin 5 juta penduduk Jakarta malaikat semua. Night Club, Pacuan Kuda, Anjing, Hailai didirikan untuk lapisan yang lebih berada. Sebagai kota metropolitan untuk masayarakat heterogen. Umar Ismail, karena usaha fimnya seret, minta ijin buat night club. “ Apa benar Pak Umar “ Tanya Bang Ali. Maka berdirilah Miraca Sky Club.
Untuk dunia sastra. Ayip Rosidi datang.Lalu ia panggil Ciputra utk pinjamkan 20 juta utk modal pendirian penerbit “ Pustaka Jaya “. Untuk Pacuan Kuda, Bang Ali mengangkat Alex Kawilarang mantan tokoh Permesta yag paham dengan urusan kuda , kerja sama dengan Australia termasuk melatih joki - joki, membuat pacuan Kuda di Jakarta lebih bagus daripada yg ada di Jepang. Peraturan ditetapkan, yang nonton harus pakai sepatu, jas dan dasi sesuai standar pacuan kuda Internasional, kata Bang Ali.
Bang Ali temperamental, ketika ia melihat supir truk ugal ugalan di jalan, ia langsung menghentikan truk itu, lalu menempeleng supirnya. Buya Hamka dipersilahkan naik helikopter, karena jalan jalan Jakarta dibangun dengan judi. Demikian ia membalas sindiran sang Buya. Pernah juga ketika membangun sebuah proyek DKI. Ia mendapat laporan bahwa pasokan semen terganggu karena pemasoknya nakal, lalu ia memanggil direktur pemasok semen. Setelah dipanggil berkali kali, tidak muncul. Baru pamggilan ke tiga , ia muncul . Ditanya, jawabannya berbelit belit. ‘ PLaakk “ ditampar 3 kali oleh Bang Ali. Barulah dia janji akan menepati pasokan sesuai kontrak.
Pada 3 tahun pertama, ia bangun 50 lap terbuka, 70 lapangan tenis, 4 kolam renang besar, 25 lapangan basket ,12 gelanggang olah raga. Generasi muda digarap dengan program terpadu pendidikan, kebudayaan, olah raga dan sebagainya. Maka dibentuk Karang Taruna di tiap kelurahan dan RW . Untuk mereka di bangun Gelanggang remaja di lima wilayah kota dan Balai Rakyat di tiap kecamatan . Untuk Gelanggang Remaja, termasuk kolam renang dan fasilitas olah raga lainnya. Belum termasuk membuat kompleks olahraga SMP/ SMA. Bang Ali juga membangun Gelanggang Olahraga Mahasiswa yg diberi nama Soemantri Brojonegoro di daerah Kuningan, walau dicurigai Pemerintah Pusat sbg akal Ali Sadikin utk mengambil hati mahasiswa, namun pusat menyumbang seperlima dari total biaya. Bang Ali juga membangun jalan jalan di Jakarta. Termasuk jalan Pemuda dan Jalan Pramuka yang mestinya proyek Pemerintah Pusat. Bang Ali tidak pernah melihat ini proyek pusat ini proyek Pemda. Baginya cukup dilihat sebagai proyek yang membawa manfaat bagi Jakarta.
Bang Ali adalah satu satunya Gubernur yg paling peduli dengan film nasional, menurutnya film telah menjadi kebutuhan masyarakat. Pemda DKI membangun pusat perfilman di Kuningan, termasuk Sinematek untuk mendokumentasikan arsip film. Waktu diresmikan Sinematek yg pertama di Asia. Bahkan waktu itu Hongkong dan Jepang belum ada. Pada akhir masa jabatannya telah ada 130 gedung bioskop, bandingkan saat ia pertama menjabat hanya 47 bioskop. Bang Ali mewajibkan semua bioskop untuk memutar film nasional, bahkan setiap film yang baru release, akan dipromosikan di balai kota. Pajak yang diambil dari film, dikembalikan ke film. Salah satunya adalah mendirikan pusat perfilman di Kuningan. Bang Ali juga kesal dengan BSF ( Badan Sensor Film ). Ia berkata " Saya jengkel, BSF bekerja terlalu kampungan" . Bang Ali : Yang dipakai BSF norma yg cocok utk Probolinggo, Cibinong dan tidak sesuai dg Jakarta sebagai kota Intermasional. Kata Bang Ali. Pemotongan film jangan terlalu banyak. Kalau takut porno, diam di rumah saja , jangan nonton film, kalau banyak yg dipotong, maka penonton rugi dan bioskop rugi. Saya juga rugi karena pajak juga berkurang. Kata Bang Ali jengkel. Lalu Bang Ali minta agar Pemda DKI masuk dalam struktur badan sensor, tapi ditolak .
Bang Ali mendirikan Taman Ismail Marzuki 10 Nov 1968 agar Jakarta memiliki pusat kesenian dan budaya. Baginya kesenian mesti hidup, kebudayaan mesti dipikirkan agar hidup. Cita- cita menjadikan Jakarta sebagai kota budaya sudah ada dalam rencana Induk 20 tahun kedepan. Bang Ali juga yg mengatakan, sebuah kota dilihat berbudaya apa tidak, dengan melihat jumlah museum yg dimiliki. Bang Ali sering ke TIM dadakan, ia senang bergaul dengan seniman, darinya ia memperoleh inspirasi ide kreatif Jakarta. Seniman bilang sekolah seni hanya ada di Bandung, Jogja. Masa di Jakarta tidak ada ? Lalu ia mendirikan LPKJ yang menjadi IKJ. Kelak Ide Bang Ali adalah seniman yg lulus dari sekolah ini mengisi ruang kreatif melalui gelanggang- gelanggang remaja di tiap kota madya.
Salah satu usaha mencapai keadilan sosial adalah menciptakan kesempatan setiap warga memperoleh derajat pelayanan kesehatan yang layak. Sampai akhir masa jabatan sdh ada 243 Puskesmas. Disetiap kelurahan harus ada Puskesmas, 2 - 3 Puskesmas dengan masing masing 2 dokter. Pemda DKI membantu RS swasta dan Pemerintah, guna menutupi kekurangan peralatan serta subisidi bagi yang tidak mampu. Bang Ali, menentukan tarif. Kelas satu, Kelas Dua, Kelas tiga, -kelas umum, lalu pegawai negeri dan pensiunan. Kelas empat Gratis .Pemda DKI melakukan proyek Home Nursing, bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan pengobatan atau vaksinasi setiap minggu. Home Nursing bikin kesadaran kesehatan diri sendiri / ingkungan. Sampai akhir masa jabatan, telah dididik 700 kader kesehatan.
Pemda DKI juga mempunyai 17 team medis keliling dengan mobil yang masing masing bergerak 4 kali seminggu ke seluruh daerah kota Jakarta. Team medis mobile termasuk pelayanan KB. Ini untuk mengantisipasi kelurahan yang belum memiliki Puskesmas. Untuk kesehatan sekolah, bekerja sama dengan Puskesmas, dibentuk team kesehatan sekolah, termasuk menangani kesehatan gigi. Bahkan untuk murid-murid yang kesehatannya terganggu atau kekurangan gizi, pemda DKI membangun tempat peristirahatan di Cimacan, Cipanas. Bang Ali mendirikan Perhimpunan Donor Darah Jakarta untuk menutupi kekurangan pasokan darah untuk PMI, ini setelah Prof Satrio , ketua PMI datang padanya dan mengeluh bahwa bantuan dari Pemerintah Pusat tidak kunjung tiba. Alasan Pemerintah karena waktu itu PMI bukan bagian dari Dep. Kesehatan. Hanya semacam badan social. Bang Ali buat kesepakatan dengan Polisi, siapa yg buat SIM harus nyumbang darah, kecuali mereka dg surat dokter memang tidak bisa. Ia mewajibkan pegawai Pemda, institusi pendidikan, universitas sampai kedutaan menjadi donor. Akhirnya PMI punya stock darah yang banyak. Sejak tahun 1970 Bang Ali membentuk Palang Merah Remaja ( PMR ) di SLP dan SMA untuk meningkatkan kesadaran remaja.
Bertepatan 10 tahun Bang Ali menjadi Gubernur. Ia meminta Presiden Soeharto meresmikan Balaikota yg bertingkat 23. Ia teringat pesan Bung Karno, supaya jangan membangun gedung yang lebih tinggi di sekitar Monas. Ia teringat mimpi - mimpi Bung Karno yang berkhayal air mancur di tengah kota, hotel hotel megah, tempat rekreasi, museum dan art gallery. Bang Ali selalu menyebut ini ketika meresmikan pasar Senen, Taman Ancol sampai Hotel hotel berbintang. Tentang Ancol, itu ide Bung Karno. Suatu hari ia dipanggil , untuk mengubah daerah rawa dan jin buang anak, jadi tempat wisata. Bang Ali membangun kawasan otorita, seperti Kuningan, Pulomas, Pondok Pinang, Sunter, Proyek Senen, Cempaka putih.
Bang Ali juga bangun konvension hall pertama di Jakarta. Waktu itu tk menyambut PATA Conference 1974. Karena DKI tidak punya dana, maka ia bekerja sama dengan Ibnu Sutowo Pertamina. DKI menyediakan tanah di pojokan Senayan. The Big Village. Mimpi buat Jakarta sejajar dg kota metropolitan di dunia. Jakarta punya kekhususan yg berbeda dengan kota lain di Indonesia. Bang Ali selalu dicambuk untuk menambah ruang publik , ruang hijau untuk fasilitas warga, yg jumlahnya bertambah terus.
Sejak1968 dibuat perayaan HUT DKI secara rutin. Perayaan besar-besaran di seluruh kota. Bang Ali terinspirasi oleh Carnaval Rio de Janeiro. Katanya, “ Biar rakyat kecil terhibur, mereka tidak bisa bersenang senang di Night Club. Mereka harus ada hiburan “ , setiap ulang tahu Jakarta, jalanan Thamrin ditutup sampai Monas. Semua warga Jakarta tumpah berbaur disana. Kebiasaan Bang Ali, pada malam 21 ke 22 Juni tepat pukul 24.00, ia bersama istri muncul di panggung berteriak’ Hidup Jakarta ". Bang Ali bilang ia ingin menghibur rakyat yg tinggal di kampung kumuh. Menarik mereka keluar rumah menghirup udara segar dan bergembira. Bang Ali senang jika ada warga yang gelar tiker, sambil makan kacang di pinggiran taman Jalan Thamrin.
Gagasan membuat tempat hiburan selalu dikembangkan. Taman Ria Remaja, Kebon Binatang, Taman Ancol, Jakarta Fair serta taman-taman kota, bang Ali selalu wanti wanti kepada petugas, jangan mengganggu remaja remaja yang pacaran. “Jangan ganggu mereka “ pesannya. “ kalau hanya sampai berpelukan. Biarkan mereka “ Ketika Bang Ali turun. Kepergiannya ditangisi oleh warga Jakarta. Barang kali ini satu satunya Gubernur yang dicintai oleh warganya. Oleh IAIN Ia dianugrahkan gekar Al Bani yang artinya Bapak pembangunan ibu kota. Ia membantu gedung, perpustakan dan asrama mereka. Ketika awal menjabat jumlah Mesjid di Jakarta 600, dan tahun 1977 sudah menjadi 1070, Jumlah mushola jumlahnya 3500, telah menjadi 4500. Sebagai Gubernur yang melegalisasi judi, pada saat perpisahannya. Bang Ali mendapat penghargaan lencana emas dari ketua MUI Jakarta.
Sardono W Kusumo buat pagelaran “ Yellow Submarine “ Cerita ttg Ali Sadikin membangun tempat ‘ remang remang ‘ tapi juga tempat indah. Bang Ali tersenyum. Sardono tidak bohong, Saya memang harus melayani semua pihak. Bisik Bang Ali. Mahasiswa UI ramai ramai membuat kaos “ Bang Ali you are the best “ serta memakainya ketika mengundang Bang Ali datang ke kampus UI. Spontan anak2 SD, mengurung Bang Ali , Nyanyi , Ini dia Bang Ali kita, orangnya ramah jarang ditemu. Sayang sekali masa telah habis. Orkes remaja, dan musisi mengadakan pagelaran perpisahan. PSSI buat perpisahan dg pertandingan Persija melawan Persebaya.
Bang Ali juga diundang menghadiri pimpinan gereja gereja di Jakarta, yang membuat doa syukur karena keberhasilan memimpin Jakarta. Perpisahan resmi dengan pegawai pemda, dihadiri 15 ribu orang di Istora Senayan, sehingga banyak yg duduk bersila dilantai. Hari perpisahan di Balai kota lebih dipenuhi warga, Ada pemuda membawa gitar, minta ijin bernyanyi di depan Bang Ali, ada yag baca sajak. Pada hari perpisahannya, ada wartawati yang memberi ciuman di pipi, ada mahasiswa yang memberi lukisan, ada ibu datang dari Jogja membawa gudeg, sebagai rasa terima kasih, karena anaknya yang merantau ke Jakarta bisa hidup di kota besar.
Bang Ali diarak dengan sado dari Mesjid Al Azhar ke gedung Walikota Jaksel, rakyat berebut menyalami. Tak terasa air mata Bang Ali basah. Selesai tugas, Bang Ali sebagai Gubermur selama 11 tahun. Ia telah meninggalkan warisan kepada warga Jakarta, yang tidak bisa dilakukan oleh gubernur-gubernur selanjutnya.
“Setelah Bang Ali, hanya Sutiyoso yang mendekati keberhasilan dalam mengurai persoalan Jakarta, mulai transportasi dan produktifitas bisnis sampai masalah social lainnya. Sayangnya, implementasi dalam bidang transportasi yang dirancang kurang berhasil dijalankan penggantinya, sehingga aktifitas bisnis di Jakarta menjadi kurang produktif akibat didera kemacetan parah setiap hari,” kata Anwar pada Pos Kota, Senin (14/3) di Jakarta.
Karena itu, wajar sekali jika masyarakat Jakarta sangat merindukan figur ‘Ali Sadikin muda’ untuk memimpin DKI Jakarta ke depan.
Guna mendapatkan sosok tersebut, hendaknya jangan lagi melalui pendekatan kekuasaan melalui partai, melainkan harus melalui pendekatan kebutuhan DKI.
Ketika Sutiyoso berniat mengikuti langkah yang ditempuh Bang Ali, ternyata respon masyarakat berbeda. Banyak masyarakat yang menentang rencana Bang Yos. Menurut Bang Ali, situasi sekarang rakyatnya sudah lain. Sekarang kenyataannya sudah rusak akibat politik dan segala macam. Sehingga masyarakat makin tidak terkendali. DPRD dulu lain dengan sekarang. Sekarang juga ada LSM dan segala macam.
Yang tidak pernah surut adalah semangatnya. Apalagi bila berbicara tentang Jakarta. Dia tak lelah menjelaskan dengan runtut dan detail berbagai program yang dijalankannya selama dua periode menjabat Gubernur Jakarta. Saat menerima tugas sebagai gubemur pada 1966, inflasi mencapai 600 persen. Sarana pendidikan, kesehatan, pasar, dan tempat ibadah jumlahnya tidak mencukupi untuk melayani masyarakat Jakarta. Sedangkan anggaran yang ada hanya Rp 66 juta.
Ali Sadikin, meninggal dunia dalam usia 82 tahun, Selasa 20 Mei 2008 pukul 17.30 WIB di RS Gleneagles, Singapura. Letnan Jenderal TNI KKO-AL (Purn), itu meninggal setelah dirawat selama sebulan di RS tersebut. (http://info-biografi.blogspot.com/2012/09/biografi-ali-sadikin.html)
Hari pertama memimpin Jakarta, bang Ali dapat masukan budget anggaran belanja 66 juta rupiah setahun. 1/3 hasil pungutan daerah dan 2/3nya subsidi.Masya Allah ‘ pikir Bang Ali. Bagaimana mungkin saya melakukan pelayanan dan pembangunan. Ketika melihat kecil anggaran.Jakarta saat itu adalah. Ada 3,6 juta warga, yg jumlahnya naik terus krn urbanisasi. Kebutuhan mereka sejak bayi lahir sampai kuburan.60 % warga Jakarta saat itu tinggal di kampung yg becek dan menyedihkan. Sanitasi buruk, tidak ada fasilitas umum untuk kehidupan baik, bang Ali sangat keras. Hal pertama yang dilakukan membentuk pola budaya kerja di antara pegawai Pemda sendiri.
Sudah bukan rahasia umum, sebagai Gubernur bang Ali memaki, berteriak bahkan ada yang ditempeleng karena disiplin kerja yang buruk. sudah terbiasa dengar suara menggelegar “ Sontoloyo ““ Goblog “. Kadang dia tulis di disposisi ‘ memang ini warisan nenek moyangnya !.Tahun segitu ia sudah menyuruh dinas perpajakan kota belajar computer ke Belanda untuk agar bisa menaikan pendapatan pajak.Motonya’ Service is money, money is tax ‘ sehingga no tax no service. Jangan rakyat mengharapkan dari saya jika tidak mau membayar pajak. Bang Ali saat itu yg menggenjot pajak. Walau bukan pajak pribadi, lewat pajak kepemilikan kendaraan bermotor, sampai pajak berniaga.Ia berani melegalkan judi. dengan payung hukum, UU no 11 /1957 yang memungkinkan Pemerintah daerah memungut pajak atas izin perjudian. Ini terobosan untuk membangun Jakarta . Terlebih dengan anggaran tahunan yang hanya 66 juta rupiah., dan selalu defisit setiap tahunnya . Kelak ketika ia meninggalkan kursi Gubernur, bang Ali mewariskan surplus kas sebesar 115 milyar rupiah.
Saat itu ada beberapa tempat judi illegal & dibeking oleh ABRI. daripada gelap, lebih baik dilegalkan dan uang pajak masuk ke kas pemda, bang Ali juga menegaskan judi hanya untuk masyarakat Cina, karena sudah dianggap budaya, juga untuk mereka yang bukan Islam dan orang asing. Hanya saja ekses sampingan banyak warga pribumi yg beragama Islam yang ikut main judi. Bang Ali kesal sekali. Kata Bang Ali. “ kalau umat Islam ikut judi, artinya keIslaman orang itu yang bobrok, bukan Gubernurnya “ .Bang Ali berkata : ini tanggung jawab saya di akhirat. Saya bilang ke Tuhan, ada 300 ribu anak yg tidak sekolah, dan 3 juta warga yg miskin. Kondisi sekolah di Jakarta saat itu, sekolah -sekolah hanya dengan lantai tanah dan dinding bamboo, dengan meja dijejali sampai 5 orang .Bang Ali : Banyak ditemukan penyakit kusta di kota ini, bahkan anak - anak dengan perut buncit, gusi merah dan mata melotot.
Dengan uang judi Bang Ali membangun Jakarta, untuk sekolah dihabiskan 20 milyar, sampai tahun 1974. Sudah 700 gedung sekolah dibangun. Itu belum termasuk fasilitas sosial, puskesmas, perbaikan kampung MHT, membeli bus-bus, memperbaiki shelter. Untuk pembangunan jalan - jalan, menghabiskan biaya 17 milyar, hampir seperempat dari total pengeluaran pembangunan DKI .Belum lama bang Ali jadi Gubernur , selama 2 hari keliling Jakarta naik bus. Hujan dan ikut berdesak desakan dengan penumpang lain. Saat itu ia tahu runyamnya transportasi Jakarta, orang naik bus dimana saja, turun kapan saja, tidak ada terminal. Ia datang ke Bapenas minta Bus, dapat pinjaman dari Amerika untuk beli bus sebanyak 500. Lalu dengan uang ( judi ) ia membeli tambahan 2500 bus. Lalu Bang Ali dirikan terminal Lapangan Banteng, Grogol, Cililitan, Blok M , Pulo Gadung dan banyak lagi. Juga shelter bus. Problem lainnya, harga tarif angkutan bus tidak sesuai dan harus dinaikan. Tapi pasti akan diprotes DPRD dan rakyat.Bang Ali tidak perduli, kalau ingin fasilitas bagus, mesti bayar, enak aja mau murah , Supir-supir bus pernah mengadu ke Bang Ali, karena banyak oknum ABRI tidak mau membayar bus, mereka para supir kerap dipukuli ketika ditagih . Bang Ali menyanggupi dengan persyaratan. Para supir bus tidak boleh memuat penumpang lebih dari 50 orang setiap busnya. Bang Ali lalu membuat surat kepada garnisun dan komandan POM ABRI, bahwa semua ABRI yang naik bus harus bayar.
Bang Ali Gubernur yg kejam pada tukang becak. Perlahan becak dihilangkan. “ Saya tidak mau Jakarta kelak jadi seperti Calcuta, India.Dia juga pernah bersama Komandan Polisi Jakarta, tiba tiba melakukan razia bus - bus, dan menggiring puluhan bus - bus nakal masuk ke polda . Demikian oplet diatur menjalani rute ke arah luar kota saja. Jakarta tidak boleh ada oplet. Mungkin oplet sejenis angkot jaman sekarang.
Bagi Bang Ali, Sudah biasa dia mengatur lalu lintas disekitar Sarinah. Terutama ketika banjir plus bajunya kotor terciprat air genangan . Tahun 1974 ia dan team Jerman sdh buat studi jaringan kereta api Jakarta yg berhubungan, dg arus keluar masuk dari dan ke daerah lain, salah satu peninggalan Bang Ali yang terkenal adalah proyek perbaikan kampung MHT – Mohamad Husni Thamrin . Kampung di Jakarta saat itu tidak ada air bersih, tak ada jalan, MCK diempang-empang, pintu rumah berhadapan dg kakus. Ia datang ke Bapenas, tapi gagasannya ditolak karena menurut Pemerintah Pusat, perbaikan kampung bukan prioritas. Dengan uang judi Bang Ali mulai menggarap lima daerah. Kampung Bali, Jawa, Pademangan, Keagungan dan Kartini. Lalu menyusul kampung lain. Perbaikan meliputi jalan - jalan untuk kendaraan, pembuatan jembatan, got got, bak - bak sampah, fasilitas puskesmas, membangun sekolah, MCK.
Bang Ali Gubernur yg pertama kali buat peraturan bahwa setiap orang yg menebang pohon besar wajib berkonsutasi dg Dinas Pertamanan, suatu hari ia kedatangan Buyung Nasution, ia mendirikan LBH & minta dukungan. Oleh Pemda DKI diberikan bantuan keuangan tanpa ikatan. Alasan Bang Ali, Saya suka dikontrol, banyak masyarakat bawah yang buta hukum tapi butuh bantuan hokum, kadang Bang Ali jengkel dengan Adnan Buyung, sudah dibantu kok malah sering menggugat. Tapi Bang Ali berpikir, toh itu memang tugas LBH . Selain judi, Bang Ali yg melokalisasi WTS , yakni di kawasan Kramat Tunggak. Waktu itu daerah Kramat Tunggak masih jauh dan terpencil, banyak WTS yang berkeliaran di jalan jalan. Saat itu mereka berkeliling dengan becak , sambil menjajakan dirinya. Disebut becak komplit. Ia diprotes ulama, dianggap legalkan prostitusi. Kata Bang Ali, harus diaturr, dengan dilokalisasi, bisa dikontrol dg suntikan berkala.
Bang Ali meminta Ciputra melalui Yayasan Jaya Raya untuk membantu pendirian majalah Tempo, karena kelompok jurnalis ini memiliki potensi. Lucunya di nomor pertamamya sudah menyentil Gubernur. Kritik diperlukan. Tapi kritik yg mengada ada saya lawan. Kata bang Ali. Ini konsekuensi jadi Gubernur, kalau tidak mau dikritik, hangan jadi pejabat publik. Bang Ali selalu menganggap kritik punya maksud baik. Ada yang mengkritik soal judi. Dia anggap baik, maksudnya baik, jangan sampai Jakarta jadi kota maksiat. Kata Bang Ali, Saya dikritik jadi Gubernur judi,gubernur maksiat. Biar saja. Mereka tidak paham apa maksud saya.
Bang Ali dikritik tentang night club, Dia bilang. “ Sebagai warga kota industry, dagang, jasa. Orang ada capeknya. Biar mereka menghibur diri. Bang Ali menambahkan, tidak mungkin 5 juta penduduk Jakarta malaikat semua. Night Club, Pacuan Kuda, Anjing, Hailai didirikan untuk lapisan yang lebih berada. Sebagai kota metropolitan untuk masayarakat heterogen. Umar Ismail, karena usaha fimnya seret, minta ijin buat night club. “ Apa benar Pak Umar “ Tanya Bang Ali. Maka berdirilah Miraca Sky Club.
Untuk dunia sastra. Ayip Rosidi datang.Lalu ia panggil Ciputra utk pinjamkan 20 juta utk modal pendirian penerbit “ Pustaka Jaya “. Untuk Pacuan Kuda, Bang Ali mengangkat Alex Kawilarang mantan tokoh Permesta yag paham dengan urusan kuda , kerja sama dengan Australia termasuk melatih joki - joki, membuat pacuan Kuda di Jakarta lebih bagus daripada yg ada di Jepang. Peraturan ditetapkan, yang nonton harus pakai sepatu, jas dan dasi sesuai standar pacuan kuda Internasional, kata Bang Ali.
Bang Ali temperamental, ketika ia melihat supir truk ugal ugalan di jalan, ia langsung menghentikan truk itu, lalu menempeleng supirnya. Buya Hamka dipersilahkan naik helikopter, karena jalan jalan Jakarta dibangun dengan judi. Demikian ia membalas sindiran sang Buya. Pernah juga ketika membangun sebuah proyek DKI. Ia mendapat laporan bahwa pasokan semen terganggu karena pemasoknya nakal, lalu ia memanggil direktur pemasok semen. Setelah dipanggil berkali kali, tidak muncul. Baru pamggilan ke tiga , ia muncul . Ditanya, jawabannya berbelit belit. ‘ PLaakk “ ditampar 3 kali oleh Bang Ali. Barulah dia janji akan menepati pasokan sesuai kontrak.
Pada 3 tahun pertama, ia bangun 50 lap terbuka, 70 lapangan tenis, 4 kolam renang besar, 25 lapangan basket ,12 gelanggang olah raga. Generasi muda digarap dengan program terpadu pendidikan, kebudayaan, olah raga dan sebagainya. Maka dibentuk Karang Taruna di tiap kelurahan dan RW . Untuk mereka di bangun Gelanggang remaja di lima wilayah kota dan Balai Rakyat di tiap kecamatan . Untuk Gelanggang Remaja, termasuk kolam renang dan fasilitas olah raga lainnya. Belum termasuk membuat kompleks olahraga SMP/ SMA. Bang Ali juga membangun Gelanggang Olahraga Mahasiswa yg diberi nama Soemantri Brojonegoro di daerah Kuningan, walau dicurigai Pemerintah Pusat sbg akal Ali Sadikin utk mengambil hati mahasiswa, namun pusat menyumbang seperlima dari total biaya. Bang Ali juga membangun jalan jalan di Jakarta. Termasuk jalan Pemuda dan Jalan Pramuka yang mestinya proyek Pemerintah Pusat. Bang Ali tidak pernah melihat ini proyek pusat ini proyek Pemda. Baginya cukup dilihat sebagai proyek yang membawa manfaat bagi Jakarta.
Bang Ali adalah satu satunya Gubernur yg paling peduli dengan film nasional, menurutnya film telah menjadi kebutuhan masyarakat. Pemda DKI membangun pusat perfilman di Kuningan, termasuk Sinematek untuk mendokumentasikan arsip film. Waktu diresmikan Sinematek yg pertama di Asia. Bahkan waktu itu Hongkong dan Jepang belum ada. Pada akhir masa jabatannya telah ada 130 gedung bioskop, bandingkan saat ia pertama menjabat hanya 47 bioskop. Bang Ali mewajibkan semua bioskop untuk memutar film nasional, bahkan setiap film yang baru release, akan dipromosikan di balai kota. Pajak yang diambil dari film, dikembalikan ke film. Salah satunya adalah mendirikan pusat perfilman di Kuningan. Bang Ali juga kesal dengan BSF ( Badan Sensor Film ). Ia berkata " Saya jengkel, BSF bekerja terlalu kampungan" . Bang Ali : Yang dipakai BSF norma yg cocok utk Probolinggo, Cibinong dan tidak sesuai dg Jakarta sebagai kota Intermasional. Kata Bang Ali. Pemotongan film jangan terlalu banyak. Kalau takut porno, diam di rumah saja , jangan nonton film, kalau banyak yg dipotong, maka penonton rugi dan bioskop rugi. Saya juga rugi karena pajak juga berkurang. Kata Bang Ali jengkel. Lalu Bang Ali minta agar Pemda DKI masuk dalam struktur badan sensor, tapi ditolak .
Bang Ali mendirikan Taman Ismail Marzuki 10 Nov 1968 agar Jakarta memiliki pusat kesenian dan budaya. Baginya kesenian mesti hidup, kebudayaan mesti dipikirkan agar hidup. Cita- cita menjadikan Jakarta sebagai kota budaya sudah ada dalam rencana Induk 20 tahun kedepan. Bang Ali juga yg mengatakan, sebuah kota dilihat berbudaya apa tidak, dengan melihat jumlah museum yg dimiliki. Bang Ali sering ke TIM dadakan, ia senang bergaul dengan seniman, darinya ia memperoleh inspirasi ide kreatif Jakarta. Seniman bilang sekolah seni hanya ada di Bandung, Jogja. Masa di Jakarta tidak ada ? Lalu ia mendirikan LPKJ yang menjadi IKJ. Kelak Ide Bang Ali adalah seniman yg lulus dari sekolah ini mengisi ruang kreatif melalui gelanggang- gelanggang remaja di tiap kota madya.
Salah satu usaha mencapai keadilan sosial adalah menciptakan kesempatan setiap warga memperoleh derajat pelayanan kesehatan yang layak. Sampai akhir masa jabatan sdh ada 243 Puskesmas. Disetiap kelurahan harus ada Puskesmas, 2 - 3 Puskesmas dengan masing masing 2 dokter. Pemda DKI membantu RS swasta dan Pemerintah, guna menutupi kekurangan peralatan serta subisidi bagi yang tidak mampu. Bang Ali, menentukan tarif. Kelas satu, Kelas Dua, Kelas tiga, -kelas umum, lalu pegawai negeri dan pensiunan. Kelas empat Gratis .Pemda DKI melakukan proyek Home Nursing, bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan pengobatan atau vaksinasi setiap minggu. Home Nursing bikin kesadaran kesehatan diri sendiri / ingkungan. Sampai akhir masa jabatan, telah dididik 700 kader kesehatan.
Pemda DKI juga mempunyai 17 team medis keliling dengan mobil yang masing masing bergerak 4 kali seminggu ke seluruh daerah kota Jakarta. Team medis mobile termasuk pelayanan KB. Ini untuk mengantisipasi kelurahan yang belum memiliki Puskesmas. Untuk kesehatan sekolah, bekerja sama dengan Puskesmas, dibentuk team kesehatan sekolah, termasuk menangani kesehatan gigi. Bahkan untuk murid-murid yang kesehatannya terganggu atau kekurangan gizi, pemda DKI membangun tempat peristirahatan di Cimacan, Cipanas. Bang Ali mendirikan Perhimpunan Donor Darah Jakarta untuk menutupi kekurangan pasokan darah untuk PMI, ini setelah Prof Satrio , ketua PMI datang padanya dan mengeluh bahwa bantuan dari Pemerintah Pusat tidak kunjung tiba. Alasan Pemerintah karena waktu itu PMI bukan bagian dari Dep. Kesehatan. Hanya semacam badan social. Bang Ali buat kesepakatan dengan Polisi, siapa yg buat SIM harus nyumbang darah, kecuali mereka dg surat dokter memang tidak bisa. Ia mewajibkan pegawai Pemda, institusi pendidikan, universitas sampai kedutaan menjadi donor. Akhirnya PMI punya stock darah yang banyak. Sejak tahun 1970 Bang Ali membentuk Palang Merah Remaja ( PMR ) di SLP dan SMA untuk meningkatkan kesadaran remaja.
Bertepatan 10 tahun Bang Ali menjadi Gubernur. Ia meminta Presiden Soeharto meresmikan Balaikota yg bertingkat 23. Ia teringat pesan Bung Karno, supaya jangan membangun gedung yang lebih tinggi di sekitar Monas. Ia teringat mimpi - mimpi Bung Karno yang berkhayal air mancur di tengah kota, hotel hotel megah, tempat rekreasi, museum dan art gallery. Bang Ali selalu menyebut ini ketika meresmikan pasar Senen, Taman Ancol sampai Hotel hotel berbintang. Tentang Ancol, itu ide Bung Karno. Suatu hari ia dipanggil , untuk mengubah daerah rawa dan jin buang anak, jadi tempat wisata. Bang Ali membangun kawasan otorita, seperti Kuningan, Pulomas, Pondok Pinang, Sunter, Proyek Senen, Cempaka putih.
Bang Ali juga bangun konvension hall pertama di Jakarta. Waktu itu tk menyambut PATA Conference 1974. Karena DKI tidak punya dana, maka ia bekerja sama dengan Ibnu Sutowo Pertamina. DKI menyediakan tanah di pojokan Senayan. The Big Village. Mimpi buat Jakarta sejajar dg kota metropolitan di dunia. Jakarta punya kekhususan yg berbeda dengan kota lain di Indonesia. Bang Ali selalu dicambuk untuk menambah ruang publik , ruang hijau untuk fasilitas warga, yg jumlahnya bertambah terus.
Sejak1968 dibuat perayaan HUT DKI secara rutin. Perayaan besar-besaran di seluruh kota. Bang Ali terinspirasi oleh Carnaval Rio de Janeiro. Katanya, “ Biar rakyat kecil terhibur, mereka tidak bisa bersenang senang di Night Club. Mereka harus ada hiburan “ , setiap ulang tahu Jakarta, jalanan Thamrin ditutup sampai Monas. Semua warga Jakarta tumpah berbaur disana. Kebiasaan Bang Ali, pada malam 21 ke 22 Juni tepat pukul 24.00, ia bersama istri muncul di panggung berteriak’ Hidup Jakarta ". Bang Ali bilang ia ingin menghibur rakyat yg tinggal di kampung kumuh. Menarik mereka keluar rumah menghirup udara segar dan bergembira. Bang Ali senang jika ada warga yang gelar tiker, sambil makan kacang di pinggiran taman Jalan Thamrin.
Gagasan membuat tempat hiburan selalu dikembangkan. Taman Ria Remaja, Kebon Binatang, Taman Ancol, Jakarta Fair serta taman-taman kota, bang Ali selalu wanti wanti kepada petugas, jangan mengganggu remaja remaja yang pacaran. “Jangan ganggu mereka “ pesannya. “ kalau hanya sampai berpelukan. Biarkan mereka “ Ketika Bang Ali turun. Kepergiannya ditangisi oleh warga Jakarta. Barang kali ini satu satunya Gubernur yang dicintai oleh warganya. Oleh IAIN Ia dianugrahkan gekar Al Bani yang artinya Bapak pembangunan ibu kota. Ia membantu gedung, perpustakan dan asrama mereka. Ketika awal menjabat jumlah Mesjid di Jakarta 600, dan tahun 1977 sudah menjadi 1070, Jumlah mushola jumlahnya 3500, telah menjadi 4500. Sebagai Gubernur yang melegalisasi judi, pada saat perpisahannya. Bang Ali mendapat penghargaan lencana emas dari ketua MUI Jakarta.
Sardono W Kusumo buat pagelaran “ Yellow Submarine “ Cerita ttg Ali Sadikin membangun tempat ‘ remang remang ‘ tapi juga tempat indah. Bang Ali tersenyum. Sardono tidak bohong, Saya memang harus melayani semua pihak. Bisik Bang Ali. Mahasiswa UI ramai ramai membuat kaos “ Bang Ali you are the best “ serta memakainya ketika mengundang Bang Ali datang ke kampus UI. Spontan anak2 SD, mengurung Bang Ali , Nyanyi , Ini dia Bang Ali kita, orangnya ramah jarang ditemu. Sayang sekali masa telah habis. Orkes remaja, dan musisi mengadakan pagelaran perpisahan. PSSI buat perpisahan dg pertandingan Persija melawan Persebaya.
Bang Ali juga diundang menghadiri pimpinan gereja gereja di Jakarta, yang membuat doa syukur karena keberhasilan memimpin Jakarta. Perpisahan resmi dengan pegawai pemda, dihadiri 15 ribu orang di Istora Senayan, sehingga banyak yg duduk bersila dilantai. Hari perpisahan di Balai kota lebih dipenuhi warga, Ada pemuda membawa gitar, minta ijin bernyanyi di depan Bang Ali, ada yag baca sajak. Pada hari perpisahannya, ada wartawati yang memberi ciuman di pipi, ada mahasiswa yang memberi lukisan, ada ibu datang dari Jogja membawa gudeg, sebagai rasa terima kasih, karena anaknya yang merantau ke Jakarta bisa hidup di kota besar.
Bang Ali diarak dengan sado dari Mesjid Al Azhar ke gedung Walikota Jaksel, rakyat berebut menyalami. Tak terasa air mata Bang Ali basah. Selesai tugas, Bang Ali sebagai Gubermur selama 11 tahun. Ia telah meninggalkan warisan kepada warga Jakarta, yang tidak bisa dilakukan oleh gubernur-gubernur selanjutnya.
“Setelah Bang Ali, hanya Sutiyoso yang mendekati keberhasilan dalam mengurai persoalan Jakarta, mulai transportasi dan produktifitas bisnis sampai masalah social lainnya. Sayangnya, implementasi dalam bidang transportasi yang dirancang kurang berhasil dijalankan penggantinya, sehingga aktifitas bisnis di Jakarta menjadi kurang produktif akibat didera kemacetan parah setiap hari,” kata Anwar pada Pos Kota, Senin (14/3) di Jakarta.
Karena itu, wajar sekali jika masyarakat Jakarta sangat merindukan figur ‘Ali Sadikin muda’ untuk memimpin DKI Jakarta ke depan.
Guna mendapatkan sosok tersebut, hendaknya jangan lagi melalui pendekatan kekuasaan melalui partai, melainkan harus melalui pendekatan kebutuhan DKI.
Ketika Sutiyoso berniat mengikuti langkah yang ditempuh Bang Ali, ternyata respon masyarakat berbeda. Banyak masyarakat yang menentang rencana Bang Yos. Menurut Bang Ali, situasi sekarang rakyatnya sudah lain. Sekarang kenyataannya sudah rusak akibat politik dan segala macam. Sehingga masyarakat makin tidak terkendali. DPRD dulu lain dengan sekarang. Sekarang juga ada LSM dan segala macam.
Yang tidak pernah surut adalah semangatnya. Apalagi bila berbicara tentang Jakarta. Dia tak lelah menjelaskan dengan runtut dan detail berbagai program yang dijalankannya selama dua periode menjabat Gubernur Jakarta. Saat menerima tugas sebagai gubemur pada 1966, inflasi mencapai 600 persen. Sarana pendidikan, kesehatan, pasar, dan tempat ibadah jumlahnya tidak mencukupi untuk melayani masyarakat Jakarta. Sedangkan anggaran yang ada hanya Rp 66 juta.
Ali Sadikin, meninggal dunia dalam usia 82 tahun, Selasa 20 Mei 2008 pukul 17.30 WIB di RS Gleneagles, Singapura. Letnan Jenderal TNI KKO-AL (Purn), itu meninggal setelah dirawat selama sebulan di RS tersebut. (http://info-biografi.blogspot.com/2012/09/biografi-ali-sadikin.html)
Inspiratorku 1
Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya - berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat - menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
Latar belakang dan pendidikan
Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali
Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).
Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Masa pergerakan nasional
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Masa penjajahan Jepang
Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur
Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.
Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno diantara Pemimpin Dunia
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.
Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.
Masa Perang Revolusi
Ruang tamu rumah persembunyian Bung Karno di Rengasdengklok.
Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.
Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.
Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.
Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
Masa kemerdekaan
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.
Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet seumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).
Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia "bercerai" dengan Wakil Presiden Moh. Hatta, pada tahun 1956, akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dan puncaknya, pemberontakan G 30 S, membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat "memenuhi" cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Sakit hingga meninggal
Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta, setelah mengalami pengucilan oleh penggantinya Soeharto. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur, dan kini menjadi ikon kota tersebut, karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno.
Peninggalan
Pada tanggal 19 Juni 2008, Pemerintah Kuba menerbitkan perangko yang bergambar Soekarno dan presiden Kuba Fidel Castro. Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan "kunjungan Presiden Indonesia, Soekarno, ke Kuba".
Penamaan
Nama lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo. Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa; oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Ir. Soekarno adalah Bung Karno.
Achmed Soekarno
Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno?" karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama Achmed di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, bahasa Denmark, bahasa Jerman, dan bahasa Spanyol.
Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji.
Dan dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab. (Wikipedia)
Rabu, 23 Januari 2013
Sepenggal Cerita di SMP
Hai pembaca setia blogku hehe, kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku saat aku masih bersekolah di SMP N 8 Yk bersama guruku. Selamat membaca:)
Ooiya aku teringat dengan guruku yang amat sangat amat gokil, beliau namanya Bapak Sutarto., SPd yang sering disapa dengan sapaan Pak Tarto. Walaupun gokil abis, guru yang mengemban mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini memiliki gagasan dan ideologi yang menurutku sangat bagus untuk sekolah hingga untuk negara ini. Tetapi untungnya Wakasek Kurikulum ini tidak menjadi Presiden, kalau jadi aku gak bisa ngebayangin gimana jadinya negara ini ditangan Beliau hehe *jkd lho pak:)*. Walaupun Beliau memegang jabatan penting di sekolahan tetapi beliau tetap bersahabat dengan siswa semuanya sampai-sampai aku tidak pernah melihat wajah Beliau marah tapi kalau melihat wajah Beliau yang memelas udah sering sekali walaupun dikerjain sama anak didiknya di sekolah bahkan aku sendiripun juga sering ngejailin Beliau dengan salah satu cara datang ke ruangannya di staf lalu minta makan kalau ada kardusan snack *dikasih ternyata haha* terus terkadang juga aku ikut minum juga tehnya Pak Tarto, tapii air tehnya aku tuang ke cawan dulu baru aku minum dan saat itu juga Beliau bukannya marah tapi malah ngece aku haha gokil deh. Naah lebih lanjutnya aku jelasin lewat foto Beliau ya?:)
Naah ini foto Bapak Sutarto., SPd yang berhasil aku abadikan di kelas IX.
Naah gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba aja Beliau berpose seperti di atas, yaa gak mau rugilaah aku, iseng aja aku abadikan, lumayan buat kenangan nanti haha.
Foto di atas ini sama dengan foto yang di atasnya cuma aku mengambilnya dari sudut yang berbeda lagi.
Naah abis kedua pose tadi Pak Wakasek Kurikulum ini langsung deh melakukan pose berikutnya, yang gak tau juga sih apa artinya ini.
Setelah itu selesai beliau melanjutkan lagi ke pose berdiri, tapii kenapa garuk kepala ya? aku juga kurang tau sih entah waktu itu Pak Taro ini melihat suatu pertengkaran di kelas *tetap tak marah haha* atau kepala Beliau memang gatal.
Naah ini foto Beliau yang paling aku tunggu. Hendak Beliau mau pulang tetap saja masih dikerjain sama anak-anak. Bersama aku dan beberapa cewek dari kelas 9-1 yang demeen banget ngegodain Pak Tarto. Daan tetap saja Beliau tak marah haha *kapan Pak marahnya? haha*.
Yaa itu beberapa foto Beliau yang menggokilkan dan disamping kegokilan itu Beliau memiliki gagasan yang dahsyat seperti yang sudah aku jelaskan di depan tadi, dan dibalik kegokilan dan kesuksesannya hingga menjadi Wakasek Kurikulum ternyata jalan hidup Beliau penuh dengan tikungan dan bebatuan yang terjal.
Mungkin hanya itu dulu pengalamanku bersama guru tergokil di SMP N 8 Yk pada jamanku. Dan mari kita do'akan semoga karirnya semakin membaik kedepannya, aamiin.
Ooiya aku teringat dengan guruku yang amat sangat amat gokil, beliau namanya Bapak Sutarto., SPd yang sering disapa dengan sapaan Pak Tarto. Walaupun gokil abis, guru yang mengemban mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini memiliki gagasan dan ideologi yang menurutku sangat bagus untuk sekolah hingga untuk negara ini. Tetapi untungnya Wakasek Kurikulum ini tidak menjadi Presiden, kalau jadi aku gak bisa ngebayangin gimana jadinya negara ini ditangan Beliau hehe *jkd lho pak:)*. Walaupun Beliau memegang jabatan penting di sekolahan tetapi beliau tetap bersahabat dengan siswa semuanya sampai-sampai aku tidak pernah melihat wajah Beliau marah tapi kalau melihat wajah Beliau yang memelas udah sering sekali walaupun dikerjain sama anak didiknya di sekolah bahkan aku sendiripun juga sering ngejailin Beliau dengan salah satu cara datang ke ruangannya di staf lalu minta makan kalau ada kardusan snack *dikasih ternyata haha* terus terkadang juga aku ikut minum juga tehnya Pak Tarto, tapii air tehnya aku tuang ke cawan dulu baru aku minum dan saat itu juga Beliau bukannya marah tapi malah ngece aku haha gokil deh. Naah lebih lanjutnya aku jelasin lewat foto Beliau ya?:)
Naah ini foto Bapak Sutarto., SPd yang berhasil aku abadikan di kelas IX.
Naah gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba aja Beliau berpose seperti di atas, yaa gak mau rugilaah aku, iseng aja aku abadikan, lumayan buat kenangan nanti haha.
Foto di atas ini sama dengan foto yang di atasnya cuma aku mengambilnya dari sudut yang berbeda lagi.
Naah abis kedua pose tadi Pak Wakasek Kurikulum ini langsung deh melakukan pose berikutnya, yang gak tau juga sih apa artinya ini.
Naah ini foto Beliau yang paling aku tunggu. Hendak Beliau mau pulang tetap saja masih dikerjain sama anak-anak. Bersama aku dan beberapa cewek dari kelas 9-1 yang demeen banget ngegodain Pak Tarto. Daan tetap saja Beliau tak marah haha *kapan Pak marahnya? haha*.
Yaa itu beberapa foto Beliau yang menggokilkan dan disamping kegokilan itu Beliau memiliki gagasan yang dahsyat seperti yang sudah aku jelaskan di depan tadi, dan dibalik kegokilan dan kesuksesannya hingga menjadi Wakasek Kurikulum ternyata jalan hidup Beliau penuh dengan tikungan dan bebatuan yang terjal.
Mungkin hanya itu dulu pengalamanku bersama guru tergokil di SMP N 8 Yk pada jamanku. Dan mari kita do'akan semoga karirnya semakin membaik kedepannya, aamiin.
Sabtu, 19 Januari 2013
2 Versi Pemangku Jabatan Presiden
sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Lembaga_Kepresidenan_Indonesia
Untuk mengetahui urutan tokoh atau urutan masa jabatan lembaga kepresidenan yang ke berapakah sekarang yang menjabat maka tinggal merangkai masing-masing masa jabatan tokoh. Perlu hati-hati dalam merangkai beberapa tokoh karena akan ada over lapping masa tugas dan tidak mungkin over lapping masa tugas. Di sini akan diberi dua contoh berbeda.
Contoh Pertama: Sukarno menurut versi (2), Suharto versi (2), Habibie (2), Gus Dur, Mega (2), SBY.
Contoh Kedua: Soekarno menurut versi (5), Syafruddin (1), Assaat (1), Suharto versi (3), Habibi (2), Gus Dur, Mega (2), SBY.
Kedua contoh di atas memperlihatkan sebuah perbedaan yang amat mencolok. Dan itu pun baru contoh dari dua versi.
Untuk mengetahui urutan tokoh atau urutan masa jabatan lembaga kepresidenan yang ke berapakah sekarang yang menjabat maka tinggal merangkai masing-masing masa jabatan tokoh. Perlu hati-hati dalam merangkai beberapa tokoh karena akan ada over lapping masa tugas dan tidak mungkin over lapping masa tugas. Di sini akan diberi dua contoh berbeda.
Contoh Pertama: Sukarno menurut versi (2), Suharto versi (2), Habibie (2), Gus Dur, Mega (2), SBY.
| Pejabat ke | Nama pejabat | Masa jabatan | Jabatan ke | Periode ke |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Soekarno | 18/08/1945-22/02/1967 | 1 | 1 |
| 2 | Soeharto | 22/02/1967-21/05/1998 | 1 | 2 |
| 3 | Habibie | 21/05/1998-19/10/1999 | 1 | 3 |
| 4 | Abdurrahman Wahid | 19/10/1999-23/07/2001 | 1 | 4 |
| 5 | Megawati Soekarnoputri | 23/07/2001-20/10/2004 | 1 | 5 |
| 6 | SBY | Mulai 20/10/2004 | 1 | 6 |
Contoh Kedua: Soekarno menurut versi (5), Syafruddin (1), Assaat (1), Suharto versi (3), Habibi (2), Gus Dur, Mega (2), SBY.
| Pejabat ke | Nama pejabat | Masa jabatan | Jabatan ke | Periode ke |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Soekarno | 18/08/1945-27/12/1949 | 1 | 1 |
| 2 | Syafruddin Prawiranegara (PDRI) | 22/12/1948-13/07/1949 | 1 | 2 |
| 1 | Soekarno (RIS) | 27/12/1949-15/08/1950 | 2 | 3 |
| 3 | Assaat (RI) | 27/12/1949-15/08/1950 | 1 | 4 |
| 1 | Soekarno | 15/08/1950-18/05/1963 | 3 | 5 |
| 1 | Soekarno | 18/05/1963-22/02/1967 | 4 | 6 |
| 4 | Soeharto | 22/02/1967-27/03/1968 | 1 | 7 |
| 4 | Soeharto | 27/03/1968-24/03/1973 | 2 | 8 |
| 4 | Soeharto | 24/03/1973-23/03/1978 | 3 | 9 |
| 4 | Soeharto | 23/03/1978-11/03/1983 | 4 | 10 |
| 4 | Soeharto | 11/03/1983-11/03/1988 | 5 | 11 |
| 4 | Soeharto | 11/03/1988-11/03/1993 | 6 | 12 |
| 4 | Soeharto | 11/03/1993-10/03/1998 | 7 | 13 |
| 4 | Soeharto | 10/03/1998-21/05/1998 | 8 | 14 |
| 5 | Habibie | 21/05/1998-19/10/1999 | 1 | 15 |
| 6 | Abdurrahman Wahid | 19/10/1999-23/07/2001 | 1 | 16 |
| 7 | Megawati Soekarnoputri | 23/07/2001-20/10/2004 | 1 | 17 |
| 8 | SBY | 20/10/2004-20/10/2009 | 1 | 18 |
| 8 | SBY | Sejak 20/10/2009 | 2 | 19 |
Asal Mula Nama Indonesia
sumber dari Juara 1 Ilmu Pengerahuan Umum (IPU) Graha Cipta Pustaka
Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh ahli dari Inggris yang bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G. W Earl dalam bidang etnologi (ilmu kebangsaan), dengan menyebutnya Indonesians dan Melayunesians bagi oarang Melayu,\
Istilah Indonesia digunakan juga oleh orang Iggris bernama Maxwell dalam karangannya yang berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) pada tahun 1862. Nama Indonesia lebih dipopulerkan lagi oleh orang Jerman bernama Adolf Bastian pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi (ilmu kebangsaan).
Kata Indonesia bersal dari kata Indus (bahasa Latin yang berarti Hindia), dan kata nesioi (jamak) = pulau-pulau.
Bangsa Indonesia menggunakan kata Indonesia pertama kali oleh pelajar-pelajar kia di negeri Belanda pada tahun 1908 pada suatu organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesiecha Vereeniging pada tahun 1922. Dan pada tahun itu juga namanya diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.
Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh ahli dari Inggris yang bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G. W Earl dalam bidang etnologi (ilmu kebangsaan), dengan menyebutnya Indonesians dan Melayunesians bagi oarang Melayu,\
Istilah Indonesia digunakan juga oleh orang Iggris bernama Maxwell dalam karangannya yang berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) pada tahun 1862. Nama Indonesia lebih dipopulerkan lagi oleh orang Jerman bernama Adolf Bastian pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi (ilmu kebangsaan).
Kata Indonesia bersal dari kata Indus (bahasa Latin yang berarti Hindia), dan kata nesioi (jamak) = pulau-pulau.
Bangsa Indonesia menggunakan kata Indonesia pertama kali oleh pelajar-pelajar kia di negeri Belanda pada tahun 1908 pada suatu organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesiecha Vereeniging pada tahun 1922. Dan pada tahun itu juga namanya diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.
Kamis, 17 Januari 2013
Daftar Presiden NKRI
| Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dengan sedikit perubahan |
- Legenda
██ Non-partisan ██ Golkar ██ Partai Kebangkitan Bangsa ██ Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ██ Partai Persatuan Pembangunan ██ Partai Demokrat
Langganan:
Komentar (Atom)









.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

