rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Kamis, 17 Januari 2013

Daftar Presiden NKRI

Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dengan sedikit perubahan
Berikut merupakan daftar Presiden Indonesia.. Presiden Republik Indonesia adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia. Lembaga kepresidenan Indonesia dibentuk pada 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), memilih Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia.
No. Presiden Mulai menjabat Selesai menjabat Partai Wakil Presiden Periode
1 Ir.Soekarno 18 Agustus 1945 19 Desember 1948 PNI Dr. Drs. H. Mohammad
Hatta
1


(Ketua PDRI)[1]
19 Desember 1948 13 Juli 1949 Nonpartisan Lowong


13 Juli 1949 27 Desember 1949 PNI Dr. Drs. H. Mohammad
Hatta

 Ir. Soekarno
(Presiden RIS)
[2]
27 Desember 1949 15 Agustus 1950 PNI Lowong
Mr. Assaat
(Pemangku Sementara
Jabatan Presiden RI)
[2]
Nonpartisan
 
15 Agustus 1950 1 Desember 1956 PNI Dr. Drs. H. Mohammad
Hatta
1 Desember 1956 22 Februari 1967 Lowong
2

(Pejabat Presiden)[3]
22 Februari 1967 27 Maret 1968 Golkar


27 Maret 1968 24 Maret 1973 2
24 Maret 1973 23 Maret 1978 Sri Sultan HB IX 3
23 Maret 1978 11 Maret 1983 H. Adam Malik 4
11 Maret 1983 11 Maret 1988 Mayjend. (Purn) Umar Wirahadikusumah 5
11 Maret 1988 11 Maret 1993 H. Soedharmono, SH 6
11 Maret 1993 10 Maret 1998 Jend.TNI (Purn) Try Sutrisno 7
10 Maret 1998 21 Mei 1998 Prof. Dr. Ing H.  Baharuddin
Jusuf Habibie
8
3 Prof. Dr. Ing H.  Baharuddin Jusuf Habibie Bacharuddin Jusuf Habibie official portrait.jpg 21 Mei 1998 20 Oktober 1999 Golkar Lowong
4 K.H. Abdurrahman Wahid President Abdurrahman Wahid - Indonesia.jpg 20 Oktober 1999 23 Juli 2001 PKB Megawati Soekarnoputri 9
5 Megawati Soekarnoputri President Megawati Sukarnoputri - Indonesia.jpg 23 Juli 2001 20 Oktober 2004 PDIP Dr. H. Hamzah Haz, MA,
Ph.D
6 Letjend. TNI (Purn) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA 20 Oktober 2004 20 Oktober 2009 Partai Demokrat Drs. H. Muhammad
Jusuf Kalla
10
20 Oktober 2009 Sedang menjabat Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc, M.Ec 11
Legenda

Security Humor, Pengemudi yang Taat

Lantaran sering ditilang Polantas di dekat kantornya, Alfian berniat balas dendam lewat cara mempersenjatai diri dengan semua syarat menaiki motor: SIM, helm, STNK, dan dengan pongah berkata pada Pak Polisi yang acap kali menangkapnya itu.

Alfian: "Hari ini saya menjadi pengendara motor yang taat, Pak".

Pak Polisi: "Oh ya?".

Alfian: "Saya membawa surat-surat lengkap dan helm, Pak".

Pak Polisi: "Tapi ada yang aneh pada dirimu hari ini".

Alfian: "Apa itu, Pak?".

Pak Polisi: Dimana motor kamu? Kenapa enggak dibawa?".

Alfian: "????"

dikutip dari majalah sekurity edisi 9/ TH.II / Juli-Agustus 2007, dengan perubahan seperlunya

Security Humor, Harga Sebuah Pengabdian

Seseorang jendral dari kepolisian memanggil tiga anggotanya yang dianggap berjasa sepulang bertugas dari Poso. "Karena ini bukan situasi perang, saya tidak bisa menganugerahkan alian mendali. Namun tetap ada hadiah buat kalian", kata sang jendral.

Ia berkata lagi, "Yang harus kalian lakukan hanya menentukan dua titik di tubuh kalian, lantas saya akan memberikan Rp 100 ribu untuk setiap sentinya. Kita mulai dari kamu".

Adrian: "Dari ujung rambut sampai ujung kaki, Pak".

Jendral: "Hebat, 175 senti. Kamu saya beri Rp 17,5 juta. Lumayan untuk sewa rumah".

Anton: "Dari ujung jempol kiri ke ujung jempol jari kanan, Pak!".

Jendral: "Luar biasa, 180 senti. Total Rp 18 juta. Cukup untuk membuka warung kelontong!".

Reynold: "Dari pundak ke jari kelingking, Jendral".

Jendral: "Hmmm.... Aneh, tapi oke".

Pada saat sang Jendral mengukur, "Mana kelingkingmu, Nak?".

Raynold: "Di Poso, Pak"

dikutip dari majalah sekurity edisi 9/ TH.II / Juli-Agustus 2007, dengan perubahan seperlunya

Security Humor, Jauh Lebih Ketat

Bukan rahasia lagi jika wajah lembaga intelijen Indonesia masih dianggap semrawut. Namun, dibalik cap miring itu masih ada satu peranan yang membuat Indonesia bangga. Rupanya dalam hal menjaga kerahasiaan dalam berdinas, dinas intelijen Indonesia yang mengaplikasikannya pada level yang sangat ketat.

Di Israel, agen satuan tugas(satgas) Mossad yang satu tidak saling mengetahui apa yangdikerjakan rekannya dari satgas lain.

Di Inggris, agen M16 dari biro yang satu tidak memahami misi apa yang diemban oleh agen M16 dari biro lainnya.

Bahkan, agen CIA (Dinas Inteijen Amerika) tidak tahu apa yang dilakukan sesama agen di sebelahnya.

Tapi itu semua tidak ada apa-apanya ketimbang agen intelijen Indonesia. Di negeri ini, seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan! apa tidak hebat itu namanya?

dikutip dari majalah sekurity edisi 9/ TH.II / Juli-Agustus 2007, dengan tambahan seperlunya

Jumat, 07 Desember 2012

Sejarah Kepramukaan Indonesia II

Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu:

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pemimpin yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka, Diterbitkannya Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, tanggal 20 Mei 1961, yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangang bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebutsebagai Hari Pemulaan Tahun Kerja.

Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka dan kesemuannya ini terjadi pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka. Gerakan Pramua diperkenalkan.

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No. 238 tahun 1961 perlu ada dukungan yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majenis Pimpinan Nasional (Mapinas) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-'45, yaitu terdiri atas Mapinas yang beranggotakan 45 orang diantaranya duduk di dalam Kwarnas 17 orang dan di dalam Kwarnari 8 orang. Namun, demikina dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres Ri No. 447 tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang diantaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang diantara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Wakil Ketua I adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Wakil Ketua II Brigjend TNI Dr. A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjend TNI Dr. A. Azizi Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja si Ibukota Jakarta, tapi juga di tempatkan yang penting di Indonesia . Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan difile di depan.

Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari, di Istana Negara, dan menyampaikan anugrah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Kepres No. 448 tahun 1961) yang diterima kepada Ketua Kwartir Nasional Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tangal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai Hari Pramua yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Sumber : Majalah Bhawara edisi 13 tahun 2012 oleh Andhikajati   

Sejarah Kepramukaan Indonesia I

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa njumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang Rencana Pembangunan Nasional Sementara Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330C menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana pemerintah untuk mendirikan Pramuka (pasal 349 ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dadi sisa-sisa Lord Baden Powellisme (lampiran C ayat 8).

Ketetapan itu memberikan kewajiban agar pemerintah melaksanakannya, karena itulah Presidan/Mendataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin Herakan Kepramukaan di Indonesia, bertempat di Intana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas mendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yangterdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr. A. Aziz Saleh (Menteri Pertanian), Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia ini tentulah suatu mengesahan dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961 tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan sususnan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. . Masih dalam bulan April iotu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI No. 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr. A. Aziz Saleh (Menteri Pertanian), Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa), dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagi Lampiran Keputusan Presiden RI No. 238 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Sumber : Majalah Bhawara edisi 13 tahun 2012 oleh Andhikajati